Saya membantu founder, CFO, dan pemilik bisnis memahami performa keuangan secara jernih—bukan sekadar angka, tapi cerita di balik untung dan rugi.
Memisahkan sumber pendapatan, recurring vs one-off, dan kualitas revenue.
COGS, OPEX, dan titik kebocoran profit yang sering tak terlihat.
Mengubah laporan laba rugi jadi dasar pricing, scaling, dan efisiensi.
Banyak bisnis terlihat untung di atas kertas,
tapi kehabisan napas di kas.
Atau sebaliknya—terlihat rugi, padahal sehat.
Masalahnya bukan di angka,
tapi di cara membaca dan menyusunnya.
“Laporan laba rugi bukan dokumen akuntansi. Itu peta realitas bisnis.”
— Prinsip Kerja Saya
Inilah standar laporan yang saya bangun. Bukan sekadar deretan angka, tapi struktur yang memudahkan pengambilan keputusan strategis.
| Kategori Laba Rugi | Q3 2025 | Q4 2025 | Growth |
|---|---|---|---|
| Total Pendapatan (Revenue) | Rp 1.250.000.000 | Rp 1.480.000.000 | +18.4% |
| Pendapatan Produk A | Rp 850.000.000 | Rp 920.000.000 | +8.2% |
| Pendapatan Jasa Konsultasi | Rp 400.000.000 | Rp 560.000.000 | +40.0% |
| HPP (COGS) | (Rp 450.000.000) | (Rp 510.000.000) | -13.3% |
| LABA KOTOR (Gross Profit) | Rp 800.000.000 | Rp 970.000.000 | 65.5% Margin |
| Beban Operasional (OpEx) | Rp 300.000.000 | Rp 320.000.000 | +6.6% |
| LABA BERSIH (Net Income) | Rp 500.000.000 | Rp 650.000.000 | +30.0% YoY |
Meskipun HPP naik 13%, pertumbuhan Laba Bersih mencapai 30% karena efisiensi di sektor beban operasional dan lonjakan margin di Jasa Konsultasi.
Berdasarkan laporan ini, direkomendasikan untuk menaikkan budget marketing pada Jasa Konsultasi yang memiliki margin profit tertinggi dibanding Produk A.
Kami terbuka untuk role Online Accounting atau jika Anda butuh konsultasi laporan keuangan.